Selasa, 12 Februari 2013

Sejarah Iskandar Zulkarnaen, Sang Raja Muslim





Mereka akan bertanya kepadamu Muhammad, tentang Zulkarnain. Katakanlah, “Aku akan bacakan kepadamu cerita tentangnya. Sesungguhnya kami telah memberi kekuasaan kepadanya di bumi, dan kami telah menberikan kepadanya jalan untuk mencapai segala sesuatu, maka ia pun menempuh jalan tersebut.”
 (QS. Al Kahfi [18]: 83-85)
Alkisah, dahulu kala ada suatu negeri bernama Gordia yang tidak mempunyai pemimpin. Warga Gordia merasa mereka sangat dekat satu sama lain sehingga mereka pikir mereka tidak memerlukan seseorangpun untuk memimpin mereka. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu ketika warga Gordia semakin makmur dan banyak berinteraksi dengan dunia luar, sering terjadi perselisihan antar warga. Akhirnya, mereka sepakat untuk mencari pemimpin bijak yang mampu memimpin mereka.
Dibuatlah satu sayembara: di gerbang kota Gordia terikat satu kereta kuda. Barang siapa yang dapat menunjukkan kebijaksanaan dan kemampuannya dengan cara apapun untuk membuka ikatan itu, melepaskan kereta kuda, dan mengendarainya keliling ibu kota, akan diangkat menjadi pemimpin mereka.
Hampir semua pemuda dan orang pandai Gordia – jumlahnya banyak sekali – berusaha melepaskan ikatan tersebut. Namun, semua gagal. Ikatan itu begitu besar dan benar-benar rumit sehingga siapapun yang mencoba bahkan tak bisa menemukan ujung talinya agar ikatan tersebut dapat dibuka dan kereta kudanya dapat dilepaskan.
Sampai pada suatu hari, ketika sayembara hampir usai, ada seorang pemuda memasuki gerbang kota. Ia terkesan agak angkuh tapi berwibawa.
“Maksud kalian, hanya dengan membuka ikatan itu dengan cara apapun, membebaskan keretanya, dan mengendarainya keliling kota, kalian akan mengangkatku menjadi pemimpin kalian?” Tanya pemuda itu. Warga Gordia membenarkannya. Lalu, pemuda itu langsung mencabut pedangnya. Dengan sekali tebas dia memotong ikatan kereta kuda dan mengendarainya keliling kota. Akhirnya dia diangkat sebagai pemimpin oleh warga Gordia. Dialah Iskandar Agung atau Iskandar Zulkarnain.
Kisah di atas adalah cerita versi orang-orang Barat tentang Iskandar Zulkarnain, seorang pemimpin besar yang namanya diabadikan dalam kitab-kitab suci dan diagung-agungkan sebagai sosok pemimpin yang bijak dan saleh. Iskandar Zulkarnain juga disebut oleh banyak ahli sejarah sebagai pemimpin yang mampu menyatukan peradaban Timur (Persia) dan Barat (Romawi) kala itu. Siapakah sebenarnya Iskandar Zulkarnain?, dan apa yang dapat kita petik dari pamornya?
Sejarah Iskandar Zulkarnain
Dalam Alqur’an, kisah Iskandar Zulkarnain secara khusus termaktub dalam surat Al Kahfi ayat 83 – 101. Menurut mufassir terkemuka Ibnu Jarir Ath-Thabari dalam kitab tafsir Ath-Thabari nya, dikatakan bahwa Iskandar Zulkarnain berasal dari Romawi. Ia anak tunggal dari seorang warga yang paling miskin di antara penduduk kota. Namun, dalam pergaulan sehari-hari, ia hidup dalam lingkungan kerajaan, bergaul dengan para perwira dan berkawan dengan pemuda-pemuda dan wanita-wanita yang baik dan berbudi serta berakhlak mulia. Tak mengherankan jika kemudian Iskandar Zulkarnain muda tumbuh menjadi pemuda yang memiliki otak pintar, memiliki mimpi dan juga berbagai ilmu pengetahuan seperti ilmu politik, ilmu teknik dan ilmu perang.


Dari semenjak dia masih kecil, hatinya selalu gundah melihat perang yang selalu timbul antara Timur (kerajaan Persia) dan Barat (kerajaan Romawi). Perang yang tidak henti-hentinya dari tahun ke tahun dan bahkan dari abad ke abad itu telah menelan korban ribuan manusia dan menghancurkan banyak harta benda. Dia memiliki visi dan mimpi yang sangat menggelora, bahwa suatu saat dia akan menyatukan bangsa Barat dan Timur agar perang antara Timur dengan Barat yang sudah berlangsung lama itu berakhir. Dia ingin mendirikan sebuah kerajaan besar yang meliputi Timur dan Barat.
Imam Al-Qurthubi dalam kitab tafsirnya yang populer, tafsir Al-Qurthubi, lebih banyak menceritakan akhlak Iskandar Zulkarnain dengan menyebutkan bahwa sejak masih kecil dan selama masa pertumbuhannya, Iskandar memiliki akhlak yang sangat mulia. Dia selalu melakukan hal-hal yang baik sehingga terangkat nama baiknya meski masih muda belia. Ia juga dikaruniai kecerdasan dan jiwa kepemimpinan yang baik.
Setelah mencapai usia aqil baligh, keshalihan, kecerdasan dan kepemimpinan Iskandar semakin tampak menonjol. Iskandar pun tumbuh menjadi manusia dewasa yang semakin saleh, berakhlak dan berbudi tinggi. Atas segala kesalehannya, Allah mengaruniakan kepadanya segala kelebihan yang dimiliki oleh seorang pemimpin. Saat itu, cita-citanya memimpin negeri yang kuat telah dicapai. Allah lalu memerintahkan untuk menyeru manusia kepada agama tauhid.
Mula-mula dengan tentaranya yang lengkap dan kuat, dia menuju ke barat wilayah Maroko, tempat terbenamnya matahari (negeri Maghribi). Dilihatnya matahari itu terbenam di mata air yang berlumpur (lautan Atlantik saat ini). Di situ ia bertemu dengan bangsa yang senantiasa berbuat kerusakan dan kejahatan. Bukan saja merusak bumi dan mengacaukannya, mereka juga suka membunuh dan menghukum orang-orang yang tidak bersalah, sedangkan yang salah justru dibiarkan.
Sebelum melakukan tindakan, terlebih dahulu Iskandar menadahkan tangannya ke langit, memohon petunjuk kepada Allah, tindakan apa sebaiknya yang harus dilakukan terhadap bangsa tersebut, apakah akan digempurnya habis-habisan atau akan dibiarkan begitu saja? Allah lalu memberinya dua pilihan: digempur habis-habisan sebagai balasan atas kekejaman mereka, atau diajar dan didik agar mereka kembali kepada kebenaran dan menyembah Allah serta meninggalkan segala kejahatan. Iskandar Zulkarnain memutuskan untuk menggempur mereka, namun warga yang merupakan orang-orang yang baik akan dilindungi. Sebelumnya ia berkata kepada bangsa tersebut, “siapa yang jahat akan kami siksa dan kami kembalikan kepada Tuhan, agar Tuhan memberikan siksa yang lebih pedih lagi. Adapun orang-orang yang saleh dan baik, akan kami lindungi, dan kepadanya kami hanya akan memerintahkan kewajiban-kewajiban yang ringan.” Kemudian tentaranya bergerak menghabisi setiap orang yang kejam dan melindungi setiap orang yang baik. Akhirnya negeri itu dapat diamankan dan ditentramkan serta diatur sebaik-sebaiknya. Mereka akhirnya hidup bahagia dan makmur.
Berpikir Kreatif ala Iskandar Zulkarnain
Ada banyak hal positif yang bisa kita ambil dari kisah Iskandar Zulkarnain, baik dia sebagai individu yang mana dia adalah orang saleh dan taat kepada Allah, maupun dia sebagai pemimpin yang luar biasa hebat. Salah satu karakter kepemimpinan Iskandar yang paling menonjol adalah kreatifitas dia dalam berpikir. Jika kita baca lagi kisah di atas, cara berpikir kreatif sudah dimiliki dan dipupuk oleh Iskandar semenjak dia kecil. Bagaimana dia bergaul, bagaimana dia bercita-cita dan bagaimana dia bermimpi. Di saat orang lain menyerah dengan keadaan dan krisis yang terjadi, Iskandar tetap optimis dan yakin bahwa semua pasti dapat diatasi. Di saat kebanyakan hanya menerima saja kondisi saat itu, dan hanya hidup pada saat itu, pikiran Iskandar Zulkarnain telah melompat jauh ke masa depan.
Kelebihan ini diperoleh oleh Iskandar Zulkarnain karena dia tidak hanya melihat krisis yang terjadi saat itu hanya pada level yang tampak. Dia secara cerdas dan intens melihat lebih dalam lagi dan bertanya mengapa terjadi kerusakan dan penyelewengan, mengapa terjadi penindasan dan pengingkaran terhadap tauhid, dan seterusnya. Lalu secara cerdas, sabar dan tidak gegabah mencari cara-cara paling efektif untuk menuntaskannya tanpa terjebak pada pusaran masalah itu.
Dalam dunia modern, cara berpikir seperti ini adalah salah satu cara pemecahan masalah (problem solving) yang efektif. Secara meyakinkan, Albert Einstein pernah mengatakan, masalah besar yang kita hadapi tidak akan pernah terselesaikan pada level terjadinya masalah itu sendiri. Kebanyakan orang, dan juga para pemimpin, ketika menghadapi suatu masalah, selalu terfokus pada level yang mnelahirkan masalah itu. Cara kreatif untuk memecahkan masalah adalah keluar dari kotak masalah, lalu buka hati dan pikiran sehingga terbukalah banyak kemungkinan solusi. Itulah yang dilakukan oleh Iskandar Zulkarnain, sehingga meski orang lain menyerah dan melihat visi Iskandar Zulkarnain itu berat dan tak mungkin, dia tetap optimis dan akhirnya dia mampu mencapainya.

Dialah Raja Muslim yang sangat berkuasa namun saleh. Daerah taklukannya membentang dari bumi bagian barat sampai timur. Ia mendapat julukan Iskandar “Zulkarnain”. “Zul”, artinya “memiliki”, Qarnain, artinya “Dua Tanduk”. Maksudnya, Iskandar yang memiliki kekuasaan antara timur dan barat.

Dia juga telah membangun dinding besar berteknologi tinggi untuk ukuran saat itu, diantara dua Gunung. Para ahli sejarah meyakini, dinding tersebut terbuat dari besi yang dicampur dengan tembaga itu terletak tepat di pengunungan Kaukasus. Daerah itu kini disebut  Georgia, negara pecahan Uni Soviet.

Secara topografis, deretan pegunungan Kaukasus itu memang terlihat memanjang dari laut Hitam sampai ke laut Kaspia sepanjang 1.200 kilometer tanpa celah. Kecuali pada bagian kecil sempit yang disebut celah Darialsepanjang 100 Meter kurang lebih.

Pada bagian celah itulah Zulkarnain membangun tembok penghalang dari Ya’juj dan Ma’juj. Kisah ketokohan Iskandar Zulkarnain ini juga tertulis dalam catatan sejarah orang-orang barat. Dalam catatan tersebut diceritakan bagaimana ia berjaya meluaskan daerah taklukannya dalam masa yang sangat singkat.
Oleh karena kejayaannya ini, ia diberi gelar “Alexander The Great”, Alexander Yang Agung”. Belakangan cerita ini diadaptasi ke film layar lebar oleh Sutradara Amerika Serikat, Oliver Stone, dengan judul Alexander The Great. Namun cerita dari orang-orang barat tersebut sangat bertentangan dengan yang disebutkan dalam Al-Qur’an.

Para Mufasir menyatakan, “Alexander The Great” adalah orang yang berbeda dengan tokoh yang di tulis dalam Al-Qur’an, Yakni, Iskandar Zulkarnain. Alexander Thr Great itu dalam sejarahnya tidak diberitakan pernah membangun sebuah dinding besar berteknologi tinggi untuk ukuran saat itu, yang terbuat dari besi dicampur tembaga. Bahkan, ia adalah seorang musyrik. Sejarah tidak mencatatnya sebagai seorang Raja Muslim yang taat kepada agama Tauhid.

Sejarawan Muslim yang juga ahli tafsir, Ibnu Katsir, dalam kitabnya Al-Bidayah Wan Nihayah menjelaskan, meski punya nama yang sama dan plot cerita yang sama, yaitu kekuasaannya membentang dari Barat sampai ke Timur, keduanya adalah sosok yang berbeda. Antara mereka terbentang jarak dan waktu sampai 2000 tahun. “Hanya mereka yang tidak mengerti sejarah yang bisa terkecoh oleh identitas kedua orang itu,” katanya.

Ibnu Katsir lebih jauh menjelaskan, Zulkarnain adalah nama gelar atau julukan seorang penglima penakluk sekaligus Raja saleh. Karena kesalehannya ia selalu mengajak manusia untuk menyembah Allah. Namun mereka ingkar, malah memukul tanduknya – Qarnun,yaitu rambut kepala yang di ikat – sebelah kanan, hingga ia mati. Lalu Allah menghidupkannya kembali, dan ia pun kembali berdakwah. Tetapi sekali lagi tanduknya yang kiri dipukul, sehingga ia mati lagi. Allah SWT menghidupkannya kembali dan menjulukinya Zulkarnain, pemilik duaTanduk, serta memberinya kekuasaan. Cerita yang sama juga di jumpai dalam kitab Jami Al-Bayan fi Tafsir Al-Qur’an, karangan Syekh Al-Aiji Asy-Syafi’i.

Dalam kitab tersebut disebutkan, Zulkarnain adalah seorang hamba yang taat kepada Allah dan mengajak kaumnya menyembah Allah. Lalu mereka memukul tanduknya yang kanan hingga mati. Kemudian Allah menghidupkannya lagi, dan dia kembali mengajak kaumnya mengesakan Allah. Tetapi mereka malah memukul tanduknya yang kiri hingga mati lagi. Lalu Allah menghidupkannya lagi dan menganugrahinya kekuasaan yang tak tertandingi. Oleh karena itu ia dijuluki Zulkarnain.

Di samping kedua kitab tersebut, Mufassir Muslim Ibnu Jarir Ath-Thabari juga mengisahkannya dalam kitab tafsir Ath-Thabari. Dikatakan, Iskandar Zulkarnain adalah seorang laki-laki yang berasal dari Romawi, ia anak tunggal seorang yang paling miskin diantara penduduk kota. Namun dalam pergaulan sehari-hari, ia hidup dalam lingkungan kerajaan, bergaul dengan para perwira dan berkawan dengan wanita-wanita yang baik dan berbudi serta berakhlak mulia.

Imam Al-Qurtubi dalam kitab tafsir Al-Qur’annya yang populer, Tafsir Al-Qurtubi,menceritakan, sejak masih kecil dan masa pertumbuhannya Iskandar berakhlak mulia. Melakukan hal-hal yang baik sehingga terangkat nama baiknya. Ia juga menjadi mulia di kalangan kaumnya, sehingga Allah berkenan memberinya kewibawaan.

Setelah mencapai usia akil balig, Iskandar menjadi seorang hamba yang saleh, sehingga Allah Berfirman, “Wahai Zulkarnain, Sesungguhnya aku mengutusmu kepada umat-umat di bumi. Mereka adalah umat yang berbeda-beda bahasanya dan mereka adalah umat yang berada disegala penjuru bumi.

Mereka terbagi dalam beberapa golongan.” Mendapat amanat tersebut, Zulkarnain lalu berkata, “Wahai Tuhanku, Engkau telah menugasiku melakukan seuatu hal yang aku tidak kuasa melakukannya kecuali engkau  sendiri, maka beritahukan kepadaku tentang umat-umat itu, dengan kekuatan apa aku bisa melawan mereka? Dengan kesabaran apa aku bisa menahan mereka? Dan dengan bahasa apa aku harus bicara dengan mereka? Bagaimana pula aku bisa memahami bahasa mereka sedangkan aku tidak mempunyai kemampuan.”

Kemudian Allah SWT berfirman”Aku membebanimu sesuatu yang kamu mampu melakukannya, aku akan melapangkan pendengaran dan dadamu hingga kamu bisa mendengar dan memperhatikan segala sesuatu. Memudahkan pemahamanmu sehingga kamu bisa memahami segala sesuatu, meudahkan lidahmu, hingga kamu bisa berbicara tentang sesuatu, membukakan penglihatanmu, sehingga kamu bisa melihat segala sesuatu, melipatgandakan kekuatanmu hingga tak terkalahkan oleh sesuatu apapun, menyingsingkan lenganmu, hingga tidak ada sesuatupun yang berani meyerangmu,  menguatkan hatimu, hingga kamu tidak takut pada apapun, menguatkan kedua tanganmu hingga kamu bisa menguasai segala sesuatu, menguatkan pijakanmu hingga kamu bisa mengatasi segala sesuatu, memberimu kemuliaan hingga tidak ada apapun yang menakutimu, menundukkan untukmu cahaya dan kegelapan dan menjadikan salah satu tentaramu. Cahaya itu akan menjadi petunjuk di depanmu, dan kegelapan itu akan berkeliling di belakangmu". (ar/sf) www.suaramedia.com

0 komentar:

Posting Komentar








 
my blog :) Blogger Template by Ipietoon Blogger Template